RUMAH ITU ADALAH KITA

halo, salam hangat ya akhirnya bisa kembali lagi menulis segala hal remeh temeh disini.
Berbeda dari yg sebelumnya untuk di judul yg sekarang gaada lagu yg harus kau putar, gaada teh atau kopi yg harus kau siapkan, kau hanya perlu sediakan mata dan hati mu untuk membaca tulisan ini (jika berkenan).

Pergi saja semampu dan sebisamu lantas jika pada akhirnya aku ada rumahmu kau akan pulang kemana selain kembali padaku?
Akan aku bebaskan untuk menuju kemana saja perjalanan panjangmu itu jika pada akhirnya kau tersesat kau hanya akan ingat dan butuh rumah untuk pulang bukan?
Sudah aku yakinkan dan ku siapkan dari jauh hari jika aku adalah rumah, kau akan kembali dan begitu pun sebaliknya jika kau rumah aku akan kembali, dan seharusnya aku ataupun kau tidak perlu risau tentang segala hal yg membuat kita sedikit berjarak. Akan tiba waktunya kita kembali menyemai tanaman yg dulu selalu kita bicarakan, atau tentang segala hal yg pernah kita harap dan panjatkan. Jika kita bukan rumah untuk masing-masing, berbahagialah dengan rumah baru yg sudah kau bangun dengan kepercayaan, akupun mungkin akan begitu mencari bahan kembali untuk membangun sedikit demi sedikit rumah yg aku dambakan.
Sebelum kita kembali pulang tolong bersihkan dulu sampah dan kotoran yg berserakan yg menempel pada setiap jejak dan ingatan, agar jika kita kembali tidak ada lagi yg saling mencurigai dan melukai. Masing-masing kita pada akhirnya akan merasa lelah dengan segala perjalanan yg panjang ini namun dalam sepanjang jalan itu banyak yg seharusnya kita pelajari tentang kekasih yg berseteru di trotoar jalan, atau mereka yg asik bersenda gurau di atas jok motor ataupun di sudut taman, lalu kita bagaimana? kita cukup menjadi diri sendiri yg sudah merasa lelah dalam hal mencari, tidak perlu ada yg kita sesali baik itu perjalanan kau dan aku di masa lalu saat berjarak ataupun saat ini sebab yg kita perlu saat ini hanya mempelajari agar tidak terulang lagi kesalahan untuk kesekian kali.


BERBAHAGIALAH ATAS PILIHAN

Waktu bukan lagi sebagai persoalan
Perjalanan akhirnya menjadi jawaban
Dalam ketergesaan
Dalam keputus-asaan
Tentang segala yg terlewatkan
Atau tentang segala yg terlupakan

Kita berhak bahagia
Dengan segala yg kita punya
Dengan segala yg kita damba
Pilihan itu nyata dan ada
Kita hanya perlu satu-satunya
Bukan melulu tentang salah satunya

Esok kita akan berjumpa bukan?
Pada bunga-bunga mimpi yg menyenyakan
Pada khayalan yg melambungkan angan
Pada harapan yg terus saja bergentayangan

Pilihan itu sudah ditentukan juga bukan?
Pada siapa yg menunggu pulang
Pada siapa yg hanya berlalu lalang
Atau pada siapa saja yg menghilang

Percayalah,
trauma itu tidak akan terulang,
bersamanya sebaik-baiknya pilihan
tempat pulang.

Komentar

Postingan Populer