KITA JUGA INGIN DI DENGARKAN BUKAN?

Selain menjadi sebagai pendengar yg baik kita juga ingin dan butuh bercerita meluapkan apa-apa saja yg sering menghantui pikiran dan hati kita bukan? Tentang kehidupan, tentang kisah cinta, tentang apa saja yg selalu saja memberatkan setiap langkah kita untuk menjalani hari demi hari. Tidak sejalannya antara hati dan pikiran yg membutuhkan solusi dan jalan keluar yg lain dari orang lain yg kita percaya bahwa dia orang tepat untuk kita bercerita, yg tidak menghakimi dan membandingkan tentang sebuah perjalanan kehidupan yg masing-masing kita jalani.
Selain telinga yg sudah terlalu banyak mendengar keluh kesah orang lain, mulut kita pun berhak untuk bercerita yg menumpuk segudang cerita dalam hati dan pikiran kita dan jika kita yg selalu bercerita tolong rehatkan dulu mulut dan siapkan telinga untuk mendengarkan orang lain. Kita hanya butuh didengarkan saja, memendam segala hal sendirian itu hanya membuat kita merasa sesak bukan? Jika kita bisa merasakan itu maka turunkan sejenak ego kita untuk saling bertukar cerita tentang bagaimana percakapan dimulai dari dua orang pemuda/di yg beranjak dewasa untuk saling menceritakan beberapa keluh kesah yg saling dirasa.

Aku mabuk malam ini, karena apa? Pikiranku berantakan dan tidak ada seorangpun yg bisa aku percaya sebagai pendengar yg baik untuk ku ceritakan tentang keluh kesah yg hampir meledak dalam kepala. Aku sudah mencoba menjadi sebagai pendengar terbaik tapi mengapa aku merasa orang-orang tidak bisa menjadi sebagai pendengar yg baik pula bagiku? Aku hanya bisa bercerita pada kain yg menempel dikamar ku atau menjadi tulisan seperti ini. Apakah kau bisa merasa begitu sendirinya aku? Menjalani hari demi hari dengan pikiran yg kalang kabut dan hati yg tidak menentu, bersyukur aku pada Tuhan masih memberikan nafas sampai detik ini masih bisa diberikan ide-ide liar untuk tetap mencintai dan menjalani hidupku meski dirasa sangat menyebalkan dan sedih yg tidak berkesudahan. Dan jika pada akhirnya tidak ada yg mendengarkan semuanya akan ku telan sendiri segala beban yg ada atau apapun persetan mimpi ku dari dulu adalah mati muda.


KITA JUGA INGIN DI DENGARKAN

Bibir tersenyum dan mata menatap dengan mantap
Mendengar segala apa saja yg sedang di ceritakan
Telinga yg selalu setia dan akan selalu siap
Tangan yg selalu siap mendekap dan menenangkan

Tapi beri sedikit waktu untuk kita bertukar cerita
Tentang segala kehidupan yg dirasa sangat fana
Tapi beri ruang untuk kita saling merasakan
Tentang segala pilu yg begitu sangat menyakitkan

Cerita pasti akan sangat berbeda dan tidak sama
Kita hanya butuh untuk saling di dengarkan
Segala suka dan duka yg sudah kita rasa
Segala yg sudah dilalu dalam sebuah perjalanan

Komentar

Postingan Populer