ANJING KAMPUNG HALAMAN
Halloooooo diriku, sebelum kau melanjutkan untuk menulis lebih baik tuangkan dulu intisarimu dalam gelas lalu dengarkan lagu "Fstvlst - Orang-orang dikerumunan" dan "Efek Rumah Kaca - Tiba-tiba batu" lalu tuliskan segala keresahan yg sudah lama kau simpan yg terus saja bergelut dengan hati dan pikiranmu.
Jangan diambil pusing ya, mereka emang bedebah!
Mereka tidak sepantasnya memenjarakanmu, baik atas perbuatan ataupun pikiran yg sudah kau lakukan. Berbeda pendapat sudah menjadi hal biasa, kau bebas menyuarakan apa pendapatmu dan bergerak sesuai dengan apa keinginanmu yg tidak merugikan orang lain dan tidak menyudutkan orang lain, kau hebat bisa bertahan sampai sejauh ini untuk terus memperjuangkan sebuah harapan di kampung halamanmu dengan segala gagasan dan tindakan yg telah kau ciptakan. Aku tau kau lelah dengan segala apa yg terjadi di tempat kau menaruhkan sedikit harapan yg dimana orang-orang didalamnya hanya bisa saling sikat dan menjatuhkan dari belakang padahal jika saling berhadapan mereka hanya saling diam sedangkan kau hanya berdiri sendiri dengan segala pemikiran dan perbuatanmu yg hanya bertujuan ingin membuat suatu gerakan untuk warga sekitar yg mungkin menurutmu itu baik dan bermanfaat tapi mungkin persepsi orang lain pasti berbeda denganmu, dan aku tau bahwa kau pasti akan sangat menerima kritik ataupun saran dan tidak akan sampai menutupi telinga, sebab perubahan dapat tercipta karena banyaknya perbedaan pendapat yg saling membangunkan bukan saling menjatuhkan. Percayalah, tidak ada yg mustahil jika yg dilakukan adalah sebuah kebenaran jika memang nanti ragamu akan terpenjara, ide dan gagasanmu harus terus mengakar dan menjalar pada setiap generasi yg sudi melanjutkan harapan kecil untuk kampung halamanmu. Setelah diterjang badai kau tidak akan pernah tertiup oleh angin kecil yg terasa sangat menggelitik, tetap ikuti nuranimu.
Kau tidak butuh teman yg hanya pintar mendorongmu pada dalam jurang yg menyesatkan dan menyesakan, kau hanya butuh dirimu sendiri untuk bisa diajak berjuang bersama. Sampai saat dimana cacian mereka akan dilibasnya dengan karya ataupun perbuatan yg membuat mereka berpikir bahwa perbuatan dan sikap yg kau lakukan itu tidak sepenuhnya salah dan tidak pantas juga untuk dipenjarakan!
AKAN TIBA NANTI
Sumpah serapah para penjarah
Dijilatinya sendiri dengan serakah
Mengaharapkan harapan musnah
Padahal semangat itu tidak pernah patah
Meski dihujani dengan caci dan maki
Harapan itu tetap tegak berdiri
Meskipun dihancurkan berkali-kali
Aku pastikan juang ini tidak akan mati
Pabrik berbaris tapi lupa pribumi
Tanah lapang habis dibabad korporasi
Yg sebenernya dibela itu siapa?
Yg sebenarnya diutamakan itu siapa?
Tiba hari mereka mati berdiri
Tercekik mengingkari nurani
Paling merasa bersih dan suci
Akhirnya menjilat ludahnya sendiri
Komentar
Posting Komentar